Cinta Pada Pandangan Pertama (I)
Percaya sama yang namanya cinta? Iya, emang harus
percaya. Di setiap kehidupan, di ribuan hembusan nafas dan di hitungan denyut
nadi cinta itu pasti ada. Tapi, kalau dengan cinta pada pandangan pertama. Bagimana?
Sepertinya, gak asing buat remaja jaman sekarang mendengar pertanyaan ini.
Sekedar untuk bertegur sapa ataupun saling kenal dan
bertukar nama maupun nomer hp satu sama lain. Inikah cinta?
Laki-laki dengan sejuta ke-misteriusannya; Diajeng
bertemu dengannya di bandara, Diajeng tak sengaja menabraknya saat terburu-buru. Pria
itu sangat mengagumkan, tinggi badannya yang proporsional dan lagaknya yang amat perfectionist membuat siapapun tak ingin berpaling dari tatapan
mata saat itu.
“Maaf...maaf” pinta Diajeng padanya. “Tak apa biasa saja,
pasti anda sedang terburu-buru. Silahkan lewat” menawarkan sesuatu ibarat sang
ajudan kepada tuannya.
Gestur tubuh Diajeng yang sangat gugup di depannya menunjukkan
keanehan tersendiri. Saat Diajeng ingin melangkahkan kakinya beranjak dari tempat
ini,namun sungguh berat.....
“Kenapa masih disini? Bukankah dirimu sedang
terburu-buru nona.” Gertaknya di depan lamunan Diajeng. “Baiklah, sekali lagi maaf.”
Jawab Diajeng seraya melewatinya.
Apa
yang sedang Diajeng pikirkan? Dan, tiba-tiba...
“Tunggu nona” teriak pria itu. Seketika leher seperti ingin menarik Diajeng untuk segera berpaling ke arahnya. “Aaa...dddd...aaaa apa” jawab Diajeng
dengan terpatah-patah seperti orang nervous
yang ingin perform diatas panggung.
“Sepertinya terlihat lucu jika kita berkenalan dulu
sebelum dirimu boarding.” Astaga, bagaimana bisa pria ini mengatakan
hal itu, dirinya bahkan tak mengetahui Diajeng bertujuan kemana.
“Nama saya Diajeng,mas” ujarnya dengan
sangat anggun. Dengan menjulurkan 5 jari tanggannya, pria ini berkata “Saya
Dika, sepertinya saya juga terburu-buru sama denganmu. Ini kartu nama saya,
maaf menganggu perjalananmu diajeng. Salam kenal dan sampai jumpa” ungkapnya
dengan senyuman pria yang amat menawan.
Pria itu membawa barang bawaannya, meninggalkan
percakapan singkat kita.
Diajeng bingung dengan
kejadian tersebut, dirinya merasa senang bisa berkenalan dengan pria aneh itu
namun disisi lain dirinya bertanya-tanya dengan semua ini.
“Yatuhan,
sebentar lagi saya harus take off” ujar Diajeng dalam hati dan menghancurkan
sepintas lamunannya sambil membawa kartu nama pria itu.
Apakah Diajeng akan bertemu Dika lain waktu,
atau
perkenalan mereka hanya sekedar perkenalan biasa
tanpa ke-tidak sengajaan.
Komentar
Posting Komentar