Kamu adalah Harapanku yang Akan Segera Hilang
Semuanya telah terjadi...
Bagai air yang mengalir dari hilir;
tanpa ujung, tanpa henti, dan terus terjadi.
Semuanya terasa seperti drama...
Berawal dari tidak kesengajaan, dan
cepat atau lambat juga akan berakhir tanpa sengaja.
Tanyakan
pada saya “apakah saya bermimpi?”. Saya telah memiliki dia; pria pembawa
kenyamanan dan tawa. Tak perduli seberapa lama saya menunggunya, tapi kesabaran
dan doa menjawab semua teka-teki dunia. Penantian yang selama ini didamba telah
terkabulkan di depan mata, di depan jiwa dan raga seorang gadis berumur belasan
yang bodoh akan cinta.
Saya
selalu menunggu-nya untuk pulang pada saya, mengharapkan dia datang dengan
jutaan kasih sayang-nya; tanpa ada syarat, tanpa ada batas, tanpa ada larangan
dan ikatan apa-apa. Hampiri saya untuk sebuah manjaan layaknya ayah pada anak
laki-laki-nya, untuk sebuah perlindungan layaknya kakak dengan adiknya, untuk
sebuah perhatian layaknya ibu pada anak perempuan-nya.
Awalnya
saya tidak pernah bermaksud membuat mu nyaman pada keadaan bersamaku. Saya
hanya memberikan apa yang seharusnya saya beri, bukan cinta....dan bukan status
yang saya mau. Saya takut membuat anda sakit, membuat anda sedih, dan membuat
kita menjadi aku dan kamu seakan-akan tak pernah kenal di pusaran hidup yang
susah berdamai pada keadaan ini.
Anda
tak pernah salah saat mengungkapkan semua perasaan yang anda rasakan. Tapi saya
yang terlalu jahat pada anda; memberi harapan tapi tak bisa membalas harapan,
berujar cinta tapi tak bisa menerima cinta, menulis apa yang dirasa namun tak
dapat meluapkannya. Saya harus bagaimana? Namun “She said YES”. Iya lah,
bagaimana bisa saya berujar “tidak” pada anda, yang jelas-jelas meyakinkan saya
dengan milyaran kalimat yang membuat saya yakin — yang siap menata komitmen
bersama dengan saya yang jelas-jelas berbeda dengan anda. Sanggupkah saya
berkata tidak? Lalu menanggung penyesalan telah menghiraukan perasaan seseorang
yang telah saya tunggu untuk banyak hal? Dan jawabannya jelas “TIDAK”.
Terimakasih
telah berusaha menjadi bagian dalam hidup gadis yang sangat bodoh ini dan memercayai
batinnya untuk ribuan harapan yang telah anda tanam. Memercayai gadis ini
sebagai teman cerita di sela-sela hari anda. Betapa bangga-nya saya menjadi
bagian dalam hidup anda, walau saya tahu.....mungkin semua ini hanya bersifat
sementara.
Jangan
pernah berpikir bahwa saya akan meninggalkan-Mu, karena itu jelas tak mungkin
terjadi. Bayangkan! Saya harus mendapatkan anda dengan susah payah,menunggu
untuk sekian lama,bersabar...berusaha lupa jika dirimu pernah singgah pada
wanita lain. Jika bisa dibanding dengan uang, saya berani membayar mahal dari pada
harus merasakan kesusahan,kesedihan dan kelelahan mempertaruhkan anda sekian
hari demi hari dan waktu demi waktu.
Saya
sadar, bahwa saya akan segera kehilangan ragamu...entah cepat atau lambat
semuanya akan terjadi. Mungkin hari ini saya bahagia — tetapi bagaimana dengan
hari-hari berikutnya?. Harapan anda tak bisa abadi dalam pelukan saya; semuanya
bisa datang dan berhak untuk pergi kapan saja. Saya hanya tak ingin membuat
anda terluka, membuat anda membenci saya
saat tak ada lagi “KITA”.
Bukan
munafik, tapi saya memang tak pernah ingin kehilangan-Mu. Terlalu jauh kaki
saya melangkah, dan saya tak ingin mundur kembali. Saya membutuhkanmu untuk
menghadapi semua; segala suka dan duka. Namun, aku tak ingin membuatmu
kesusahan dengan segala masalah yang aku hadapi, aku tak pernah ingin
melibatkanmu untuk semua ini. Jangan tanya alasan mengapa aku begitu padamu; “Jelas
karena aku menyayangi-Mu dan tak ingin membuatmu repot dengan urusanku.”
Terlalu
banyak pengorbanan anda, dan saya takut tak bisa membalasnya. Saya harus siap
menerima fakta bahwa cepat atau lambat, sekarang atau nanti, waktu ini juga
ataupun esok seterusnya bahwa “Kamu adalah harapanku yang akan segera hilang.”
Ajari
saya untuk ber-terimakasih pada sikapmu yang amat memuliakan wanita, menghargai
wanita, mencintainya, mengkasihinya; dan ataupun tanpa alasan. Tak peduli
secantik apa dia, bagaimanapun kelakuannya;anda tetap bersamanya hanya karena
sebuah “Kenyamanan”. Dan saya adalah satu dari triliunan wanita yang bangga
memiliki anda sebagai cerita di hidup saya.
Dari gadis yang selalu
menyayangimu,
walaupun dia tahu cepat atau
lambat
semuanya akan menjadi
semu......
Komentar
Posting Komentar