Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Kamu adalah Harapanku yang Akan Segera Hilang

Semuanya telah terjadi... Bagai air yang mengalir dari hilir; tanpa ujung, tanpa henti, dan terus terjadi. Semuanya terasa seperti drama... Berawal dari tidak kesengajaan, dan cepat atau lambat juga akan berakhir tanpa sengaja.             Tanyakan pada saya “apakah saya bermimpi?”. Saya telah memiliki dia; pria pembawa kenyamanan dan tawa. Tak perduli seberapa lama saya menunggunya, tapi kesabaran dan doa menjawab semua teka-teki dunia. Penantian yang selama ini didamba telah terkabulkan di depan mata, di depan jiwa dan raga seorang gadis berumur belasan yang bodoh akan cinta.             Saya selalu menunggu-nya untuk pulang pada saya, mengharapkan dia datang dengan jutaan kasih sayang-nya; tanpa ada syarat, tanpa ada batas, tanpa ada larangan dan ikatan apa-apa. Hampiri saya untuk sebuah manjaan layaknya ayah pada anak laki-laki-nya, untuk sebuah perlindungan lay...

Kamu abadi dalam tulisanku.

Aku termangu di depan laptopku dengan sisa-sisa kekuatan yang aku punya. Aku menyibukkan diriku demi melupakanmu. Mungkin, kamu tidak akan pernah membaca tulisan ini. Tapi, Christine-mu akan selalu menulis tentangmu, meskipun aku tahu—kamu tidak akan pernah membacanya.  Kamu tidak akan pernah tau betapa tersiksanya aku menerima kenyataan bahwa aku selalu menunggumu. Kamu tidak akan mengerti betapa dadaku sesak setiap memikirkanmu. Kamu tidak akan pernah menyadari betapa rindu di dadaku layaknya kelinci nakal yang memaksa keluar kandang meskipun tahu bahwa dunia luar sungguhlah tidak aman untuk sang kelinci. Meskipun aku tahu duniamu bukanlah dunia yang aman untukku. Aku terpaksa menyiksa hari-hariku dengan beribu kesibukkan,agar aku segera menghapus kehadiranmu di memori-memori otakku. Tapi kenyataannya, semua itu sangatlah sukar. Apa yang bisa aku lakukan (lagi)? — perasaanku lelah untuk mengetahui semua......semua yang ada namun jauh dari angan dan harapan yang selalu mere...

Harapannya datang dan pergi menembus jiwa.

Mampukah anda menghargai saya sebagai sosok perempuan yang perlu dicintai? Yang butuh disayangi? Yang tak pernah ingin dilukai? Walaupun, semuanya bagaikan ilusi dalam nadi. Pernahkah anda menengok sedikit saja apa yang saya tulis untuk anda? Saya terlalu bodoh! Terlalu percaya akan buaian manis keadaan. Saya terlalu munafik, bahkan sangat munafik untuk mengakui bahwa saya “selalu menunggu anda”. JANGAN PERNAH DATANG JIKA AKHIRNYA MEMUTUSKAN PERGI. Tuhan menciptakan hidup bukan sebagai permainan. Hargai, buat hidup itu menjadi istimewa, dan jalanilah! Anda.... Adalah satu dari milyaran pria diluar sana yang saya pilih untuk menjadi kebahagiaan saya. Sebuah rasa sayang yang selalu tumbuh dari sesuatu yang terbiasa; Terbiasa tertawa.... Terbiasa bersama..... Bahkan terbiasa hanya untuk menanyakan “kamu lagi apa sih?kok balesnya lama?” Dan, kondisi itu yang membuat harapan saya mekar pada anda. Bagaimana mungkin, anda membalas harapan say...

Mengapa raganya harus kembali?

Apa yang sedang Tuhan rencanakan pada hidup hambanya yang lemah ini ? Bukankah engkau tahu ya-Allah bawa aku hanya bisa menangis menerima semuanya. Rasaku hanya bisa mengeluh namun tak berujung jalan keluar akan keadaannya. "Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, makin jauh Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf untuknya." Dia....lelaki yang tak pernah saya mengerti latar belakangnya. Yang tak pernah bisa saya tebak semua perhatiannya. Untuk apa? Tujuan anda apa? Dia...sempat memiliki seseorang yang mengisi hari-harinya dengan penuh warna dan cinta, bukankah engkau bahagia bersamanya? Bolehkah saya menghujat anda "Jahat"? Betapa tega-nya anda mengajak saya berdesak-desakan dengan masalah anda bersama gadis itu. Siapa saya? Kenapa harus saya? Bukankah dulu saya pernah menaruh hati pada ANDA yang secara terus-terang tak pernah melirik sedikit saja apa yang saya rasakan. "Yang bercanda tak selalu BERCANDA, dan ...