Harapannya datang dan pergi menembus jiwa.
Mampukah anda menghargai saya sebagai sosok perempuan yang perlu dicintai?
Yang butuh disayangi?
Yang tak pernah ingin dilukai?
Walaupun, semuanya bagaikan ilusi
dalam nadi.
Pernahkah anda menengok sedikit saja
apa yang saya tulis untuk anda?
Saya terlalu bodoh!
Terlalu percaya akan buaian manis
keadaan.
Saya terlalu munafik,
bahkan sangat munafik untuk mengakui
bahwa saya “selalu menunggu anda”.
JANGAN PERNAH
DATANG JIKA AKHIRNYA MEMUTUSKAN PERGI.
Tuhan menciptakan hidup bukan
sebagai permainan.
Hargai, buat hidup itu menjadi
istimewa, dan jalanilah!
Anda....
Adalah satu dari milyaran pria
diluar sana yang saya pilih untuk menjadi kebahagiaan saya.
Sebuah rasa sayang yang selalu tumbuh
dari sesuatu yang terbiasa;
Terbiasa tertawa....
Terbiasa bersama.....
Bahkan terbiasa hanya untuk
menanyakan “kamu lagi apa sih?kok balesnya lama?”
Dan, kondisi itu yang membuat
harapan saya mekar pada anda.
Bagaimana mungkin, anda membalas
harapan saya dengan setumpuk harapan yang teramat indah untuk dirangkai.
Tapi,itu terjadi........
Dan saya sangat menikmatinya
Waktu bergulir.....
Hari demi hari berganti,
Waktu demi waktu terus berjalan.
Dan,puncaknya adalah saat anda tiba-tiba
pergi meninggalkan saya.
“Jangan sengaja pergi untuk dicari,
jangan sengaja lari untuk dikejar. Berjuang tak sebercanda itu!”
Disaat saya terus mencoba menanam
komitmen pada anda,
Dan anda juga melakukan hal yang
sama pada saya.
Kenyamanan itu terus berlanjut,
Hingga tak ada jarak diantara kita.
Saling terbuka; tanpa ada kata
malu,jaim,dan gengsi.
Kenapa anda HARUS PERGI?
Apa yang ada di pikiran anda?
Apa yang terlukis di benak anda?
Bosan?
Melihat ada yang lebih perfect?
Atau,
Hanya ingin dikejar tanpa mengejar?
Hanya ingin dicari tanpa mencari?
Dan ingin diperjuangkan tanpa
berjuang?
Bayangkan!!!
Saya adalah wanita,
Kodrat saya hanyalah menunggu,
Bukan ditunggu.
Saya tak berhak memulai, tapi saya
berhak memilih.
Dan saya hanya memilih anda sebagai
harapan saya yang selalu saya sebut dalam doa.
Saya tak akan mengemis kasih sayang
pada anda.
Hak dan keputusan ada di tangan
anda.
Anda boleh kembali pada apa saja
yang bisa membuat anda bahagia,
Walau itu bukanlah saya.
Biarkan, hati saya mengalah pada
harapan yang tak kunjung merdeka pada saatnya.
Tapi, ingatlah!
Anda boleh kembali kapanpun anda
mau,
Pundak saya akan menompang anda
disaat duka dan lara.
Dan bibir saya akan menyimpul
senyuman saat anda bahagia;bersamanya.
Seluruh harapan yang pernah anda
tanam dalam kebiasaan,
Akan tetap abadi,
Akan tetap terpatri,
Dalam jiwa dan raga gadis bodoh ini.
Terimakasih,
Pernah datang..
Walau akhirnya pergi.
Komentar
Posting Komentar