Mengenalmu..
terhitung sejak aku mengenalmu, diawali dengan keisengan belaka. aku tak pernah bermaksud ingin masuk ke dalam duniawi mu,namun tuhan berkehendak lain. ketikan tanganku membuka awal dimana percakapan kita terjadi, aku bertanya siapa namamu?dan kau membalasnya hanya dalam hitungan detik. semenjak itu,aku hobi menanyakan keadaanmu.
bagaimana bisa ini terjadi?iya,itu pertanyaan elegant yang pantas dilontarkan. semakin dekat,semakin bersama,dan semakin perhatian yang diperoleh hanya dalam hitungan jam,hari,bulan dan beberapa waktu. rasa tak wajar itu mulai tertanam, aku yg tak pernah bisa melihat lekuk wajahmu, proporsionalnya badanmu dan genggaman tanganmu.
hingga saat itu tiba, satu bulan lebih 17 hari datang. malam pukul 03.00 dini hari, kau menyatakan semua apa yang telah kau rasakan bersamaku didalam via phone. dirimu terlena oleh perhatianku, pujianku, dan aku berdosa telah melakukan itu kepadamu. aku tak bisa begitu saja menerima perasaanmu, banyak yang harus kupertimbangkan. bukan hanya keadaan fisikmu yang tak ku mengerti namun bagaimana kehidupanmu dengan temanmu? keluargamu? dan seluruh pihak yang mengenalmu?
jika aku berani mencintaimu, berarti aku siap mencintai seluruh komponen dalam hidupmu. itu susah?iya, memang sukar tapi itu juga resiko. aku harus bertanggung jawab, karena telah membuatmu terbuai akan keadaan bersamaku, seluruh pertanyaan yang memfokuskan akan keadaanmu tiap waktu. walau hanya tercurah lewat sebait pesan namun ternyata amat berarti untukmu.
kejadian itupun berlalu, malam setelah kau mengucapkan itu aku sukses menemuimu untuk pertama kalinya. skenario yang dirancang oleh teman-temanmu dan oleh teman-temanku yang mempertemukan kita. jika kau ingin menanyakan bagaimana perasaanku saat itu, mungkin aku takkan bisa menjawabnya. sungguh senang bisa menemuimu, namun disisi lain aku terkejut melihat bagaimana tingkahmu? cara berpakaianmu? dan logat bicaramu.
itu memang bukan sebuah masalah untukmu, namun bagiku? jujur, aku risih untuk dekat denganmu. tapi ini semua salahku, memang salahku!! aku yg membuat pria tak berdosa ini mencintaiku, aku berdosa bila mengabaikan kasih sayangnya, cinta tulusnya dan kepolosannya saat itu. maafkan aku dan segala kebohonganku untuk menerima cintamu. walau hanya bertahan sementara, aku sangat berterimakasih kepadamu karena pernah mengisi hari-hariku, pria pembawa tawa:')
Komentar
Posting Komentar